Grup WhatsApp? Kadang Bikin KZL

Grup WhatsApp? Kadang Bikin KZL

Assalamualaikum saudara-saudaraku.. Semoga sehat selalu yaa.

Sejak tahun 2013 (kalau nggak salah), banyak sekali bermunculan aplikasi chatting yang dikhususkan untuk para pengguna smartphone. Seperti BBM, Line, We Chat, Kakau Talk, WhatsApp, dan lain-lain. Sebelum saya mempunyai smartphone, tepatnya masih duduk di bangku SLTA, saat itu aplikasi chatting yang ramai diklankan di TV yaitu Line, We Chat, dan Kakau Talk. Rasanya ingin sekali menikmati aplikasi chatting tersebut. Tapi apalah daya. Setelah punya smartphone, ehh sudah nggak jaman pakai aplikasi tersebut.

Satu tahun yang lalu, tepatnya bulan April, Alhamdulillah saya dapat rejeki bisa mendapatkan satu buah smartphone. Bukan beli. Tapi hadiah dari kuis. Dari kuis apa coba? Ini dapatnya dari brand smartphone langsung lhoo. Nama brandnya NUU Mobile. Belum pernah dengar ya? Memang si, kalau saya menyebutkan merk HP ini di banyak forum, masih banyak yang merasa asing. Smartphone yang saya miliki yaitu bertipe A1, dengan OS Android versi 5.1 Lollipop, 500 MB RAM, 2GB internal, 2MP kamera utama, dan VGA kamera depan. Ini baru pertama kali menang kuis di tingkat nasional. Hehe. Karena biasanya cuma ikutan kuis sosmed radio lokal. Iseng-iseng mengikuti bebrapa kuis nasional, Alhamdulillah dapat smartphone. Tahu sendiri kan bagaimana rasanya. Seneng pakai banget.

Baca juga: Alhamdulillah dapat Smartphone

Dengan adanya smartphone ini, saya hanya menginstall beberapa aplikasi chatting / sosial media seperti Facebook Lite, WhatsApp, dan Instagram. BBM nggak install dan nggak pernah menikmatinya. Di beberapa aplikasi tersebut yang paling sering saya pakai yaitu WhatsApp. Karena aplikasi ini mampu berjalan di sinyal Edge. Karena saya tinggal di daerah pedesaan tepatnya pegunungan, jadi kualitas jaringan kurang baik. Aplikasi Facebook dan Instagram, saya menggunakannya hanya jika saat berada di perkotaan. Karena aplikasi yang sering saya pakai adalah WhatsApp, maka saya akan menulis betapa bahagia dan sedihnya menggunakan aplikasi chatting WhatsApp.

Bahagianya:

Bisa dengan mudah terhubung dengan teman-teman. Karena sinyal Edge pun tetap bisa berjalan. Berbagi foto, video, dan cerita dengan mudah. Bisa untuk audio call maupun video call tanpa pulsa. Bisa update dan berbagi info dengan cepat. Ada sebuah grup yang bisa menyatukan komunitas, alumni, dan lainnya. Dan masih banyak lagi.

Sedihnya:

Kalau untuk chatting dengan kontak si tidak terlalu bermasalah. Tapi, ada beberapa grup yang saya tidak suka, meskipun grup tersebut tujuan utamanya baik, yaitu untuk menyatukan. Saya sedikit tidak suka dengan para member grup yang dengan blak-blakan menulis cerita, unek-unek, berbagi foto, maupun video yang berbau dewasa pada sebuah grup komunitas. Kenapa? Bayangkan, dalam grup tersebut ada beberapa member yang masih di bawah umur. Masa iya, mentang-mentang sudah berkeluarga / beristri menulis ini itu yang tidak pantas di baca oleh anak SD / SMP. Sungguh memalukan.

Grup yang sepi saya tidak suka. Grup dalam masa 1 minggu hingga berbulan-bulan sama sekali tidak ada info masuk. Apa gunanya grup seperti ini? Bingun saya. Sudah terlalu banyak grup, mungkin keluar lebih baik.

Grup yang ramai. Tidak hanya grup yang sepi, grup yang ramai pun saya tidak terlalu suka. Grup itu kan untuk ngobrol dengan semua member. Tapi kenapa malah yang ngobrol cuma 2 orang? Obrolan yang hanya melibatkan masalah si A dan si B dalam sebuah grup? Kenapa tidak japri saja? Toh punya kontaknya kan.. terkadang ketika membuka WhatsApp tiba-tiba saja ada puluhan kadang ratusan chat dari 2 orang dalam sebuah grup. Atau, sedang sibuk (critane sok sibuk.) HP berdering berkali-kali, saya kira info penting. Ehh taunya obrolan 2 orang dalam grup. Huhhh bikin kesel.

Ada lagi, grup yang ketika member lain mengirim chat, langsung ramai. 70 hingga 80% member aktif meresponnya. Giliran saya yang mengirim chat ke grup, kok cuma dibaca, tidak ada respon sama sekali. Ketika menanyakan sesuatu ke grup, yang merespon paling cuma 1 orang. Duhh duhh duhhh.. aku ini apaan ya? Angin, kursi, meja, papan? Ada tapi tidak ada. Aku merasa iri lho sama kalian.. ya meskipun itu grup penting yang menyatukan alumni. Tapi merasa gimana gitu..

Pliss jangan di ambil hati yaa.. itu cuma curhatan saya mengenai grup WhatsApp.

Demikianlah postingan saya kali ini tentang Grup WhatsApp yang kadang bikin KZL. Ambil positifnya saja yaa.. semoga admin grup dan member yang lain bisa mengerti. Hatiku ini bisa remuk dan hancur, karena bukan terbuat dari besi atau baja. Terimakasih sudah membaca artikel saya ini. Sampai jumpa di lain kesempatan.

Wassalamualaikum...

Komentar dan saran sangat kami butuhkan untuk meningkat kualitas blog kami

*Budayakan anti spam

Emoticon