Biografi K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur / Kolumnis dan Ketua PBNU)

Biografi K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur / Kolumnis dan Ketua PBNU)

KHOLIDINTOK - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar sahabat semua? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat, ya. Amiin.. Pada kesempatan kali ini, Kholidin akan memposting Biografi dari Tokoh NU dan juga sebagai Presiden RI yang ke-4 yang bernama K.H. Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Dur.

K.H. Abdurrahman Wahid lahir di Denanyar, Jombang, pada tanggal 4 Agustus 1940M. Ayahnya bernama K.H. A. Wahid Hasyim putra dari K.H. M. Hasyim Asy'ari. Dan Ibunya bernama Hj. Sholihah, putri dari K.H. Bisri Sansuri (Denanyar) yang pernah menjabat Rois 'Aam.

Beliau memulai pendidikannya di Jakarta pada tahun 1953, meneruskan di SMEP Gowangan Yogyakarta sambil belajar di pesantren Krapyak 1956 kemudian melanjutkan di pesantren Tegalrejo selama 3 tahun, lalu belajar di pesantren Tambakberas Jombang Jawa Timur. Beliau juga mengajar di Mu'allimat Tambakberas sejak 1959. Kemudian untuk memperkuat ilmunya, pada tahun 1960 beliau juga melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, kemudian pindah ke fakultas sastra di Baghdad Irak. Namun, keduanya tidak sampai tamat. Selama belajar, (1970-an) beliau juga aktif dalam setiap kegiatan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Timur Tengah. Sepulang dari Irak, beliau mengajar di fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang sekaligus menjadi dekannya (1972-1974), dan sekretaris pesantren Tebuireng (1974-1979).

Beliau masuk ke jajaran NU tahun 1979 atas dorongan kakeknya K.H. Bisri Sansuri yang saat itu menjabat sebagai Rois 'Aam PBNU. Beliau langsung menempati wakil Khotib 'Aam. Dalam muktamar NU ke-27 di Situbondo, beliau terpilih sebagai ketua umum PBNU selama 3 periode berdasarkan muktamar NU ke-28 di Jogjakarta tahun 1989, hasil muktamar ke-29 di Cipasung pada 1944, hasil muktamar ke-30 di Lirboyo Kediri (1999). Kemudian Gus Dur menjadi Presiden RI didorong dan diangkat sebagai salah seorang mustasyar PBNU. Sejak muktamar ke-31 di Donohudan Solo, Gus Dur dan para kiai pendukungnya tampak kurang sepakat dengan pengurus baru PBNU. Akhirnya berencana mendirikan NU yang benar alias PBNU tandingan. Tetapi niat itu tidak terlaksana, PBNU tetap satu. DR. K.H. Sahal Mahfudz sebagai Rois 'Aam dan K.H. A. Hasyim Muzadi sebagai ketua Tanfidziyahnya.

Beliau juga sebagai pemrakarsa kembali ke Khittoh NU 1926 yang diputuskan di Situbondo. Ide pembaharuannya tentang Fikroh Nahdliyah yaitu bahwa NU menerima asas Pancasila, konsep ukhuwah NU, dan tentu saja tentang khittoh NU yang monumental. Ide-idenya banyak ditulis oleh Kiai Mufid Muzadi sekretaris pribadinya.

Pada awal meniti karier, Gus Dur dikenal sebagai kolumnis yang produktif, tulisannya banyak dimuat majalah Tempo dan Harian Kompas. Beliau pernah menjadi ketua dewan pelaksana harian Dewan Kesenian Jakarta Dan pernah menjadi anggota MPR wakil DKI Jakarta.

Gus Dur merupakan sosok yang kontroversial dan pernah mendapatkan penghargaan "Ramoon Magsyaesye" dari Filiphina dan dari Yayasan "Simon Perez" Israel. Ia juga terpilih salah seorang Presiden WRCP (Persatuan Agama-Agama Sedunia). Semasa menjadi Ketua Umum PBNU yang ke-3 kalinya memfasilitasi berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa. Pada tahun 1991-2001 menjadi Presiden RI yang ke-4.

Sumber: Materi Ke-NU-an kelas X MA

Demikianlah postingan kali ini, yang berjudul Biografi K.H. Abdurrahman Wahid. Semoga bermanfaat buat sobat semuanya. Akhir kata, Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2 Komentar

avatar


Gus dur, sosok teladan yang patut di jadikan panutan...

Balas
avatar

Betul gan, perjuangannya dalam memerdekakan NKRI sangat patut kita teladani

Balas

Komentar dan saran sangat kami butuhkan untuk meningkat kualitas blog kami

*Budayakan anti spam

Emoticon